Setiap individu memiliki masing-masing watak. dimulai dengan pendiam, arrogant, dan peka terhadap sesuatu. Watak, sifat batin manusia yg mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat.
Manusia terlahir dengan berbagai macam perbedaan, mulai dari lahiriah hingga sikap yang terbentuk. Terkadang kebanyakan orang mencari teman, pasangan, ataupun sahabat dengan mengklasifikasikan persamaan yang ada pada diri mereka masing-masing. Hal tersebut dapat membentuk pola kehidupan sosial yang berkelompok dengan karakter dan kepribadian yang sama atau menyerupai (mirip).
Sebagai contoh kecil dalam kehidupan sosial adalah Geng. Geng merupakan Gerombolan atau sekumpulan atau kelompok remaja (yg terkenal krn kesamaan latar belakang sosial, sekolah, daerah, dsb). mereka masing-masing memiliki prinsip hidup yang sama pada satu kelompok namun bertentangan dengan orang lain. Dengan demikian, akan timbul permasalahan baru seperti Kriminalitas dan tindakan asusila.
dalam perspektif sebagai mahasiswa, pengelompokkan (geng) sangatlah bertentangan dengan hak-hak masing-masing person sehingga mereka merasakan ketidaknyamanan terhadap kehidupan mereka. kita ambil satu contoh kasus Geng Sepeda Motor. Mereka merupakan sekumpulan orang atau pengelompokkan indivdu-individu yang memiliki hobi yang sama dengan tujuan yang sama. Pada awalnya hanya sebuah komunitas pecinta sepeda motor dan hanya sebatas sharing mengenai sepeda motor yang mereka gunakan. Namun, yang sangat meresahkan terkadang ada beberapa komunitas sepeda motor yang seenaknya berlalu lalang di jalan raya dengan kecepatan yang diluar batas dan membahayakan orang lain. Ini sudah menjadi tindak asusila terhadap pengguna jalan yang sedang melintas.
Contoh lain seperti kasus Geng Motor di Bandung yang berkeliaraan pada malam hari dan membuat onar. Masyarakat yang berada disekitar merekapun menjadi korban keonaran mereka. mulai dari pemerasan hingga penganiayaan tanpa ada sebab sehingga masyarakat merasa resah terhadap geng motor tersebut.
Seharusnya, aparat kepolisian harus bertindak tegas terhadap komunitas, kelompok, atau geng motor yang ada agar mereka tertib dijalan raya sehingga masyarakat merasa aman dan terhindar dari tindakan kriminalitas yang mereka perbuat.
Pengelompokkan individu menjadi ladasan awal terhadap tindak asusila dan kriminalitas. seharusnya, pengelompokkan yang baik adalah pengumpulan individu-individu dalam hal membantu individu lain dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi namun bukan tergantung pada watak yang sama, namun niat yang sama dalam kebaikan itulah kelompok yang baik. Contoh real dalam kehidupan sosial adalah sebuah kelompok yang mengadakan Bakti Sosial (Baksos) terhadap anak yatim dan fakir miskin. Kelompok tersebut dibangun dengan watak yang berbeda namun memiliki Niat baik yang SAMA.
#AnovSenpai
twitter : @anov_senpai