Rabu, 24 April 2013

Kelompok Sosial

Setiap individu memiliki masing-masing watak. dimulai dengan pendiam, arrogant, dan peka terhadap sesuatu. Watak, sifat batin manusia yg mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat.

Manusia terlahir dengan berbagai macam perbedaan, mulai dari lahiriah hingga sikap yang terbentuk. Terkadang kebanyakan orang mencari teman, pasangan, ataupun sahabat dengan mengklasifikasikan persamaan yang ada pada diri mereka masing-masing. Hal tersebut dapat membentuk pola kehidupan sosial yang berkelompok dengan karakter dan kepribadian yang sama atau menyerupai (mirip).

Sebagai contoh kecil dalam kehidupan sosial adalah Geng. Geng merupakan Gerombolan atau sekumpulan atau kelompok remaja (yg terkenal krn kesamaan latar belakang sosial, sekolah, daerah, dsb). mereka masing-masing memiliki prinsip hidup yang sama pada satu kelompok namun bertentangan dengan orang lain. Dengan demikian, akan timbul permasalahan baru seperti Kriminalitas dan tindakan asusila.

dalam perspektif sebagai mahasiswa, pengelompokkan (geng) sangatlah bertentangan dengan hak-hak masing-masing person sehingga mereka merasakan ketidaknyamanan terhadap kehidupan mereka. kita ambil satu contoh kasus Geng Sepeda Motor. Mereka merupakan sekumpulan orang atau pengelompokkan indivdu-individu yang memiliki hobi yang sama dengan tujuan yang sama. Pada awalnya hanya sebuah komunitas pecinta sepeda motor dan hanya sebatas sharing mengenai sepeda motor yang mereka gunakan. Namun, yang sangat meresahkan terkadang ada beberapa komunitas sepeda motor yang seenaknya berlalu lalang di jalan raya dengan kecepatan yang diluar batas dan membahayakan orang lain. Ini sudah menjadi tindak asusila terhadap pengguna jalan yang sedang melintas.

Contoh lain seperti kasus Geng Motor di Bandung yang berkeliaraan pada malam hari dan membuat onar. Masyarakat yang berada disekitar merekapun menjadi korban keonaran mereka. mulai dari pemerasan hingga penganiayaan tanpa ada sebab sehingga masyarakat merasa resah terhadap geng motor tersebut.

Seharusnya, aparat kepolisian harus bertindak tegas terhadap komunitas, kelompok, atau geng motor yang ada agar mereka tertib dijalan raya sehingga masyarakat merasa aman dan terhindar dari tindakan kriminalitas yang mereka perbuat.

Pengelompokkan individu menjadi ladasan awal terhadap tindak asusila dan kriminalitas. seharusnya, pengelompokkan yang baik adalah pengumpulan individu-individu dalam hal membantu individu lain dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi namun bukan tergantung pada watak yang sama, namun niat yang sama dalam kebaikan itulah kelompok yang baik. Contoh real dalam kehidupan sosial adalah sebuah kelompok yang mengadakan Bakti Sosial (Baksos) terhadap anak yatim dan fakir miskin. Kelompok tersebut dibangun dengan watak yang berbeda namun memiliki Niat baik yang SAMA.

#AnovSenpai




twitter : @anov_senpai


Rabu, 07 Desember 2011

jadi seorang pemimpin ?

Terkadang mimpi itu bukan hanya sekedar khayalan belaka. namun juga untuk mencapai keinginan itu butuh kerja keras. memahami sesuatu yang berlaku sesuai kemampuan dan menahan diri untuk lebih bersabar dalam mengambil keputusan. Menjadi seorang pemimpin merupakan salah satu mimpi tersendiri dari saya secara pribadi. Karena semua itu aku pelajari ketika aku masih duduk dibangku Sekolah Dasar ( SD ) . Entah sebenarnya apa yang mendorong aku sehingga mau menjadi seorang pemimpin. Dulu, sewaktu SD aku pernah menjadi seorang Ketua Kelas dan itu bertahan hingga aku Kelas 5 dan hal itu pudar seiringnya waktu.


dan sekarang ketika aku beranjak dibangku perkuliahan, aku menjadi ketua kelas disalah satu jurusan yang aku pilih. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi aku sacara pribadi karena aku ingin belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik dan berwibawa lalu membuat keputusan tanpa membuat banyak resiko bagi orang lain. Sulit bagiku untuk melakukan hal sedemikian SULIT sehingga perlu kesabaran untuk mempelajari itu semua. Aku telah banyak melihat, mendengar bahkan membaca bagaimana Orang-orang besar itu menjadi seorang pemimpin yang cukup SUKSES dibidangnya. Aku mempelajari dari buku yang aku baca. beliau adalah orang satu didunia yang sukses memimpin umatnya. Nabi besar Muhammad SAW. Beliau memimpin dengan penuh kenyamanan bagi orang lain dan mendapatkan banyak sekali panutan sehingga beliau sukses memimpin kaunya.
Kemudian juga aku mempelajari dari lingkungan sekitar. Misalnya saja orang tuaku ( Ayah ) yang dinotabenkan cukup sukses memimpin keluarga. Meskipun dengan cara yang berbeda dengan orang lain tapi beliau memiliki keunikkan tersendiri dalam memimpin keluarga. Inilah yang menjadi motivasiku untuk menjadi seorang pemimpin. Tak terlupakan lagi aku belajar dari Kepala Sekolahku ketika aku duduk dibangku SMA. Ibu Wien Sukarsi. Beliau merupakan pemimpin yang tegas dalam taraf seorang Wanita Anggun. Hal ini sangat menarik ketika beliau angkat bicara di "Podium" saat menjadi Pembicara ketika Upacara Bendera hari Senin. Beliau juga mampu menjadi motivator bagi kami semua untuk lebih maju menjadi pribadi yang lebih baik. Aku juga belajar banyak dari beliau yang Luar Biasa untuk seorang Wanita yang harusnya sudah duduk tenang dirumah. Namun tetap beliau sangat bersemangat, masih sangat terlihat jiwa mudanya berkobar.
Dan juga aku belajar dari kakak tingkatku ketika aku memasuki perkuliahan. beliau merupakan Presiden Mahasiswa yang juga menurutku berhasil dalam memimpin.

Banyak sekali yang aku perlajari namun sayang, masih belum bisa mengubah rasa kepemimpinanku seperti Mereka yang sukses. namun satu yang aku pelajari dari semuanya.

Mereka sukses berawal dari keGAGALan yang pahit.

#AnovSenpai